Isnin, 26 September 2016

Tuhan Tahu Aku Mencintaimu


engkau bukanlah hujan 
tetapi engkau selalu menarik air hujan 
menjadi mata air hujan di mataku 

keberadaanmulah yang menjadi alasan 
mengapa awan mendung muncul pagi ini, dan 
memaksaku menumpahkan hujan 
untuk kesekian kalinya, dari 
kelopak yang sudah dengan susah payah kukeringkan. 

Aku hanya tidak menyangka saja 
bahwa aku yang telah berpaling 
dari kecupmu yang membara dalam kata-kata, 
masih sanggup merasakan adamu yang jauh 
tetap mengimani cintaku. 

Maka aku mohon kepadamu, 
berbelas kasihlah kepada sepasang mata 
yang mungkin sedang menatap puisi ini. 

Atau kita bisa bersepakat, melalu segala yang ada, bahwa Tuhanpun tahu cintaku tidak musnah oleh waktu hingga maut menjemputku dan akan ku tunggu kau di lain waktu?.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan